Jawa Pos, 10 Februari 2017 - Peringatan Hari Pers Nasional (SD Margie) - News Sekolah Margie

Jawa Pos, 10 Februari 2017 - Peringatan Hari Pers Nasional (SD Margie)

Siswa SD Margie belajar jadi wartawan.

Berikut adalah salah satu contoh bukti nyata praktek pembelajaran di SD Margie yang sudah mendapat apresiasi dari Jawa Pos.

SURABAYA – Hari Pers Nasional (HPN) diperingati siswa kelas VI SD Margie dengan cara berbeda. Mereka belajar menjadi wartawan. Sebelumnya, mereka menerima pengarahan dari guru seputar profesi tersebut. Kemudian, para murid mempraktikkannya di lapangan.

Sebanyak 27 anak disebar ke seluruh penjuru sekolah. Mereka bebas mewawancarai narasumber yang diinginkan. Mulai guru, karyawan, hingga petugas keamanan sekolah. Mereka diberi waktu 5–10 menit. Setelah itu, mereka diminta membuat berita.

Joe Alfaro Pai, salah seorang murid, tampak bersemangat mencari narasumber. Dia dan empat kawannya berkeliling sekolah. Begitu menemukan narasumber yang dirasa cocok, sesi wawancara dimulai. ”Asyik ya, seru,” ucapnya ketika ditanya tentang perasaannya mempraktikkan profesi wartawan kemarin (9/2).

Joe mengaku baru kali pertama mewawancarai orang. Dia juga belum familier dengan profesi wartawan. Pengetahuannya tentang profesi tersebut belum banyak.

Kemarin, Joe belajar mewawancarai narasumber sesuai dasar ilmu yang diajarkan sang guru, yaitu 5W1H. Apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana. Hasilnya dikembangkan menjadi paragraf-paragraf berita.

Guru kelas VI SD Margie Evlin Trihandari menuturkan, kegiatan itu bertujuan memperingati HPN. Sekolahnya memang selalu merayakan hari-hari khusus, terutama yang kurang familier bagi para siswa. ”Kalau Hari Kebangkitan Nasional atau Hari Kemerdekaan mereka sudah tahu, tentu tetap kami rayakan,” terangnya.

HPN sengaja diperingati untuk memperkenalkan profesi wartawan kepada anak-anak. Evlin berharap kegiatan tersebut menjadi bekal anak-anak pada masa depan. Dengan pengetahuan tentang berbagai profesi, mereka memiliki impian yang lebih luas terkait citacita yang dikejar. ”Diharapkan, anak-anak tumbuh menjadi generasi yang kreatif dan inovatif,” tuturnya. (ant/c18/nda)

artikel ini diambil dari Jawa Pos online , klik link dibawah utk melihat artikel aslinya 
https://www.pressreader.com/indonesia/jawa-pos/20170210/282497183408708


Update terakhir: 29 Maret 2017

news